Breaking News
Loading...
Rabu, 13 Maret 2013

perbedaan ikhtiar tawakal dan pasrah

  Ikhtiar secara bahasa artinya memilih. secara istilah ikhtiar adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang di kehendakinya. orang yang berikhtiar berarti dia memilih suatu pekerjaan kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan sukses.


Dalil-Dalil Tentang Ikhtiar

    tentang dalil ikhtiar dalam alquran

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ * سورة الرعد 11
Artinya : … Sesungguhnya allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri … ( QS. Ar-Ra’du 11 )

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ * سورة الجمعة 10
 Artinya : Apabila telah di tunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia allah dan ingatlah allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. ( QS. Al-Jumu’ah 10 )
 "tawakal" 

Arti Tawakal adalah "Bersandar"

Pengertian Tawakal adalah Sikap berserah diri kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin

 tawakal berasal dari bahasa arab at tawakul yang di bentuk dari kata wakala, artinya menyerahkan, mempercayai, atau mewakilkan, bersandar kepada dinding. Jadi pengertian tawakal secara istilah adalah rasa pasrah hamba kepada allah swt yang di sertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia dan menunaikan segala pertintahNya. Orang yang mempunyai  sikap tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini karena ia menyadari bahwa keberhasilan itu di dapatkan atas izin dan kehendak Allah. Sementara itu, jika mengalami kegagalan orang yang mempunyai sifat tawakal akan senantiasa merasa ikhlas menerima keadaan tersebut tanpa merasa putus asa dan larut dalam kesedihan karena ia menyadari bahwa segala keputusan allah pastilah terbaik.




















"pasrah"
  Sedangkan pasrah adalah suatu hal kegiatan menunggu tanpa melakukan apapun, tanpa di sertai doa dan usaha.

smoga bermanfaat.

6 komentar:

  1. mantap gan, ana jadi merasa tertampar baca artikel antum b-(

    BalasHapus
  2. Semoga kita selalu iktiyar tp jngan lp ama usahanya

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum wr wb...
    perkenalkan nama saya Abdul Hasim, mempunyai seorang istri dan 3 orang anak

    sebelumnya saya mohon maaf jika komentar yang saya berikan tidak ada hubungannya dengan tulisan saudara, karena disini saya hanya ingin mohon bantuan keikhlasan hati saudara untuk membantu saya yang saat ini sedang dalam kesulitan.
    adapun kesulitan yang saya alami yaitu saat ini saya sedang terlilit hutang yang harus segera saya bayar, baik itu ke bank, rentenir, kawan dan saudara.
    berawal dari niat ingin membuka peluang usaha maka saya dan istri mengajukan pinjaman ke bank BRI 100juta, setelah pinjaman kami dapatkan maka kami pun mulai usaha jualan kelontongan dirumah, awalnya semua berjalan normal dan tidak ada masalah, karena masih bisa dibantu dengan hasil saya bekerja sebagai karyawan diperusahaan, tetapi tidak disangka dan tidak kami duga, perusahaan tempat saya bekerja harus mengurangi karyawan karena prospek bisnis perusahaan kurang bagus, dan akhirnya saya menganggur, kurang lebih 2 tahun saya menganggur tanpa ada penghasilan, sementara pinjaman bank harus terus dibayar setiap bulan, dan biaya kehidupan sehari-hari juga harus saya penuhi apa lagi dengan 3 anak yang masih kecil-kecil, akhirnya modal jualan pun habis terpakai untuk membayar pinjaman dan biaya hidup, modal jualan habis sementara pinjaman belum lunas, akhirnya saya dan istri menggadaikan perhiasan, termasuk cincin kawin, belum juga mendapat pekerjaan akhirnya kendaraan juga ikut tergadai, dan seterusnya akhirnya pinjam kesaudara yang bisa membantu.
    sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan, yang berpenghasilan 5juta pebulan, dan kalau hanya untuk membayar hutang bank setiap bulannya saya sanggup dan bahkan ada yang bisa saya tabung untuk masa depan, tetapi yang jadi permasalah adalah, uang rentenir dan uang pegadaian yang sangat memberatkan saya, bahkan terkadang istri saya harus menangis tiap hari karena didatangi para penagih, saya tidak tega jika menerima telepon dari istri saya yang selalu enangis karena saya juga bekerja jauh dari anak dan istri saya.
    sebenarnya saya dan istri punya pemikiran ingin menjual rumah tempat kami tinggal, tetapi kebetulan rumah yang kami tempati juga kami dirikan sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang juga awal pendirian sekolah tersebut dari uang pribadi kami, dan kepada anak didik kami tidak kami pungut bayaran, karena awal pendirian sekolah kami berniat ingin membantu warga yang ada disekitar kami yang sebagian besar pekerjaannya hanyalah petani biasa, dengan alasan itulah saya dan istri tidak menjual rumah walau keadaan kami sesulit apapun, karena kalau kami tetap menjual rumah bagaimana dengan nasib anak didik kami, apakah mereka kembali tidak mendapatkan pendidikan dimana setiap hari hanya ikut orang tua berkebun.
    untuk itu saya dan istri mohon sekiranya saudara dapat membantu saya melalu cobaan ini.

    saya dapat dihubungi di no.081346588712
    no rek BRI 450801004741531 an.KARTINA (istri saya)

    semoga Allah membalas kebaikan saudara


    Wassalam
    Abdul Hasim

    BalasHapus

 
Toggle Footer